
Kegiatan Bimbingan Teknis Pembentukan Kader Keamanan Pangan (KKPD) Padukuhan Manggung telah dilaksanakan pada hari, Jumat, 31 Juli 2026. Pelaksanaan kegiatan pembetukan KKPD oleh mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta di Padukuhan Manggung yang memiliki sasaran 2 orang dari setiap RT di Padukuhan Manggung.Pembentukan KKPD tersebut nantinya akan dibagi menjadi tiga yaitu sebagai Kader Keluarga, Keder Masyarakat, dan Kader Sekolah yang akan menyampaikan edukasi terkait keamanan pangan pada komunitas masing-masing.
Acara berlangsung di Pustaka Desa Wukirsari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta yang dihadiri oleh Mahasiswa KKN Universitas Mercu Buana Yogyakarta kelompok 7, delegasi setiap warga RT 1 hingga 7 sebanyak masing-masing 2 orang, Ketua RT 1 hingga 7, Bapak Kepala Padukuhan Manggung yang turut hadir untuk memberikan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian acara.
Rangkaian Acara diawali dengan pembukaan resmi oleh pembawa acara, yang kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan sambutan-sambutan oleh ketua KKN Tematik Universitas Mercu Buana Yogyakarta Kelompok 7. Dalam sambutannya, Ketua KKNT menyampaikan bahwa tugas kader ke depan sangat mulia, yaitu membantu membimbing, mengingatkan, dan memotivasi masyarakat dalam menerapkan praktik keamanan pangan yang baik dan benar. Ia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan semangat, kekeluargaan, serta terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilan demi kesehatan keluarga dan kemajuan desa.
Sambutan juga disampaikan oleh Bapak Ketua Dukuh Manggung yaitu Bapak Farit Hermawan. Dalam sambutannya, Bapak Kepala Padukuhan Manggung menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta berharap agar kegiatan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan pangan. Kegiatan ini merupakan sebuah wadah untuk memberikan edukasi yang sangat penting dalam pengetahuan pangan yang dikonsumsi masyarakat.
Materi disampaikan dengan harapan kader dapat mengetahui dan menyebarkan edukasi mengenai prinsip keamanan pangan, pemahaman tentang cemaran pangan yaitu fisik, kimia, dan biologi, hingga cara bagaimana mengidentifikasi bahan berbahaya seperti formalin, boraks, penambahan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berlebih dan pewarna tekstil. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai 5 kunci keamanan pangan yang diharapkan dapat diimplementasikan di lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah. mengenali prinsip keamanan pangan sehingga diharapkan dapat diterapkan dan disebarluaskan pada komunitas yang berada di Padukuhan Manggung.

Sebelum acara inti, terdapat sesi pengerjaan pretest dimana tujuan dari pretest tersebut adalah untuk mengetahui pengetahuan calon KKPD mengenai keamanan pangan. Selanjutnya terdapat acara inti yaitu materi Bimbingan Teknis KKPD yang disampaikan oleh Tim Kader KKN Tematik Keamanan Pangan Kelompok 7 terkait dengan 5 Kunci Keamanan Pangan Keluarga dan Keamanan Pangan serta Dampaknya. Proses Penyampaian materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang menjadi forum penyampaikan pertanyaan, pendapat, dan diskusi peserta acara KKPD terkait keamanan pangan secara terbuka.
Dari seluruh rangkaian pelaksanaan Bimbingan Teknis Pembentukan KKPD ini, telah dicapai beberapa hasil penting di mana telah berhasil memperluas wawasan mengenai keamanan pangan, bahaya pangan, dan ciri-ciri pangan yang berbahaya sehingga partisipasi seluruh peserta dalam acara ini dapat meningkatkan kesadaran terhadapa pentingnya pangan yang aman.
Sesi diskusi dan tanya jawab dilalui dengan penuh antusias dari peserta yang bertanya mengenai prinsip keamanan pangan terhadap daging kurban yang disimpan dalam jangka waktu yang lama di dalam freezer dengan kondisi beku. Salah satu peserta bertanya mengenai masa simpan daging di dalam freezer dan apakah daging masih aman dikonsumsi apabila disimpan lebih dari satu tahun. Dijelaskan bahwa daging yang disimpan pada suhu -18°C dan tetap dalam kondisi beku umumnya masih aman dikonsumsi. Namun, kualitas daging, seperti tekstur, warna, dan rasa, dapat menurun seiring lamanya penyimpanan sehingga disarankan untuk mengonsumsi daging sesuai masa simpan yang dianjurkan.